Faktaonline.My.id. // BANTEN — Organisasi Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) bersama jajaran Partai Gerindra menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Provinsi Banten. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman kader mengenai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam kegiatan tersebut, turut disampaikan pentingnya loyalitas kader serta peran organisasi sayap Partai Gerindra dalam menjaga persatuan dan keberagaman di Indonesia. Pembicara dari Partai Gerindra, Danang Wicaksana, menyampaikan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan bahwa keberagaman suku, agama, budaya dan daerah harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan Indonesia. Menurutnya, tujuan nasional Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 meliputi melindungi seluruh rakyat dan wilayah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dalam pemaparannya, Danang juga mengaitkan perjuangan politik dengan upaya mewujudkan tujuan nasional tersebut. Ia mengajak kader agar tidak hanya berorientasi pada jabatan politik, tetapi juga memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa. Ia turut menjelaskan sejumlah program pemerintah, antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis, penguatan koperasi, swasembada pangan dan energi, serta berbagai program pembangunan lainnya. Terkait program Makan Bergizi Gratis, ia menyampaikan bahwa pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak dinilai penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Selain itu, kader dan anggota organisasi juga diajak untuk berperan aktif dalam menyampaikan informasi mengenai program pemerintah melalui media sosial secara bertanggung jawab. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan antara Partai Gerindra dan organisasi sayapnya. Peserta diingatkan bahwa keberagaman komunitas keagamaan dan kebudayaan merupakan bagian dari kehidupan politik yang tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada akhir kegiatan, para peserta kembali diajak menjadikan perjuangan politik sebagai sarana untuk memberikan kontribusi terhadap perbaikan kondisi bangsa serta mewujudkan tujuan nasional Indonesia. Reporter: Sodikin Post Views: 69 Navigasi pos Kapolri: Mahasiswa Harus Mampu Membaca Arah Perubahan dan Berani Mengambil Peran Yonif TP Hadir, Pertahanan dan Pembangunan Berjalan Bersama