Faktaonline.my.id / Jakarta Utara – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjung Priok secara resmi menggelar Musyawarah Kecamatan (MUSYCAM) V Tahun 2026 di Aula Masjid Babus Salam, Kompleks Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Senin (29/6/2026). Agenda lima tahunan ini bertujuan memilih kepengurusan baru serta merumuskan arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang, dengan mengusung tema “Sinergi Ulama, Umaro, dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Kemandirian Umat yang Berdaya dan Bermartabat.” Kegiatan pembukaan ditandai dengan penampilan seni Islami, tilawah Al-Qur’an, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars MUI, serta doa yang dipimpin oleh Drs. KH. Masyruf Sudarto. Turut hadir Ketua Umum MUI Kota Administrasi Jakarta Utara KH. Ibnu Abidin, Lc., Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta H. Imamuddin, S.E., unsur Forkopimka, para ulama, tokoh masyarakat, dan pimpinan ormas Islam. Camat Tanjung Priok, Samsul Rizal Kadafi, S.IP., M.A., berhalangan hadir dan mewakilkan kehadiran kepada perwakilan kecamatan. Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Tanjung Priok periode 2021–2026, KH. Asep Lukman Hamzah, M.A., menegaskan bahwa MUSYCAM merupakan forum tertinggi tingkat kecamatan yang berfungsi sebagai sarana regenerasi kepemimpinan dan evaluasi organisasi. Ia menekankan bahwa MUI membutuhkan pemimpin yang berorientasi pada pengabdian, bukan keuntungan materi. “Musyawarah ini adalah momentum mencari bibit-bibit unggul dalam kepemimpinan. MUI bukan perusahaan yang memberikan keuntungan materi. Yang dibutuhkan adalah orang-orang yang ikhlas bekerja untuk kepentingan umat,” ujar KH. Asep Lukman Hamzah, yang juga menjabat sebagai anggota Bidang Pendidikan MUI Kota Jakarta Utara dan dosen Pendidikan Dasar Ulama (PDU). Salah satu poin penting dalam MUSYCAM V kali ini adalah perubahan mekanisme pencalonan pengurus. Persyaratan minimal dua tahun menjadi pengurus MUI yang sebelumnya berlaku kini telah dihapus, sehingga membuka peluang lebih luas bagi tokoh-tokoh dari berbagai organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, maupun tokoh independen. Meskipun demikian, calon tetap wajib memenuhi kriteria berakhlakul karimah, memiliki dedikasi tinggi, pernah mengenyam pendidikan pesantren, serta memiliki latar belakang pendidikan tinggi bidang keagamaan. KH. Asep menyatakan tidak memiliki ambisi mempertahankan jabatan dan siap menyerahkan estafet kepemimpinan demi kemajuan organisasi. “Saya bukan orang yang haus jabatan. Siapa pun yang dipercaya memimpin nanti, harapan saya hanya satu, yakni MUI Kecamatan Tanjung Priok semakin baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. Pemilihan pengurus akan dilakukan melalui Tim Formatur yang terdiri dari sembilan orang perwakilan unsur pimpinan MUI, ormas Islam, akademisi, pondok pesantren, dan tokoh masyarakat. Dalam amanat penutupnya, KH. Asep menyampaikan tiga pesan strategis bagi kepengurusan terpilih: menjaga marwah MUI sebagai rujukan umat, membangun kemandirian ekonomi organisasi, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kecamatan Tanjung Priok selama ini. “Sinergi antara ulama dan umara harus terus dipelihara agar MUI semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. Melalui MUSYCAM V Tahun 2026, MUI Kecamatan Tanjung Priok diharapkan dapat melahirkan kepengurusan yang amanah, profesional, dan berintegritas, sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina kehidupan keagamaan serta mewujudkan masyarakat yang religius, mandiri, dan bermartabat. Tentang MUI Kecamatan Tanjung Priok Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjung Priok adalah lembaga yang mewadahi ulama, zuama, dan cendekiawan Islam di wilayah Kecamatan Tanjung Priok. Organisasi ini berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembinaan umat, pemberi fatwa, serta pelopor dalam mewujudkan kerukunan dan kemandirian umat melalui sinergi lintas sektor. (Red/JP) Post Views: 85 Navigasi pos Paus Roma,9 Naga ,Raja Arab,Jusuf Hamka Diminta Bantu Ong Sing Tjwan, Rumahnya Dirusak ,Dirampas Oknum Sakti Dihadapan Aparat Kepolisian. Rumah Ambruk di Bantaran Kali Benhil: Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Bagi Sukiyem